Dialogue

Vocabulary

Learn New Words FAST with this Lesson’s Vocab Review List

Get this lesson’s key vocab, their translations and pronunciations. Sign up for your Free Lifetime Account Now and get 7 Days of Premium Access including this feature.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Notes

Unlock In-Depth Explanations & Exclusive Takeaways with Printable Lesson Notes

Unlock Lesson Notes and Transcripts for every single lesson. Sign Up for a Free Lifetime Account and Get 7 Days of Premium Access.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Transcript

Bujangan oleh Raja Dangdut
Lagu Bujangan hanyalah salah satu dari 500 lagu yang pernah ditulis oleh Rhoma Irama sepanjang karirnya yang dimulai tahun 1973. Seniman musik dan filem ini dijuluki raja dangdut oleh bangsa Indonesia.
Rhoma Irama yang bernama asli Irama mendirikan band Soneta di tahun 1973 setelah sebelumnya bergabung dengan band-band lain. Bersama grup ini, Rhoma Irama menghasilkan 11 buah album.
Mengusung jenis Musik Melayu, penggemar Rhoma Irama dan Soneta bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari Kuala Lumpur, Singapura dan Brunei. Penggemarnya dan media massa menyebut jenis musik yang dibawakan Rhoma sebagai dangdut. Akan tetapi, Rhoma memilih menyebutnya Musik Melayu. Kekhasan musik Rhoma terletak pada unsur rockabilly yang dipadu dengan musik Melayu. Ia menggunakan instrumen gendang –yang menjadi khas dangdut—selain drum, menyertakan suling—yang juga khas dangdut—selain gitar elektrik. Di beberapa rekaman dan pertunjukkan, Rhoma Irama juga menyertakan orkestrasi dalam komposisi musiknya.
Penampilan dan aksi panggung Rhoma Irama juga disesuaikan dengan tema rockabilly-nya, dengan kostum dan gaya rambut yang diinspirasikan oleh Elvis Presley.
Lagu Bujangan sendiri bernafas rockabilly yang kental pada bagian bait lalu menjadi lebih ritmik dengan tambahan gendang di bagian refren. Biasanya di bagian refren ini, orang-orang mulai berjoget. Lagu ini diterima dengan mudah oleh penggemar karena liriknya yang nyata dan dekat dengan kehidupan seorang bujangan. Di akhir lagu, Rhoma Irama menyarankan agar para bujangan tidak berlama-lama hidup sendiri “karena bahayanya hidup sendirian/ berat menahan godaan.”
Rhoma Irama merombak citra musik dangdut, yang tadinya musik pinggiran sekarang menjadi musik yang disukai oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia. Sukses mengangkat derajat musik dangdut, Rhoma dan Soneta kini memiliki misi untuk melakukan dakwah melalui musik. Dengan konsep Sound of Moslem, lirik-lirik lagu Rhoma selalu mengandung pesan moral dan nilai-nilai Islam.
Rhoma Irama juga aktif dalam kegiatan sosial. Dalam rangka menghimpun dana untuk membantu pemulihan Aceh pasca tsunami 2004, ia melelang gitarnya yang terjual Rp150.000.000,00.

1 Comment

Hide
Please to leave a comment.
😄 😞 😳 😁 😒 😎 😠 😆 😅 😜 😉 😭 😇 😴 😮 😈 ❤️️ 👍

IndonesianPod101.com Verified
Thursday at 06:30 PM
Pinned Comment
Your comment is awaiting moderation.

Bujangan oleh Raja Dangdut

Lagu Bujangan hanyalah salah satu dari 500 lagu yang pernah ditulis oleh Rhoma Irama sepanjang karirnya yang dimulai tahun 1973. Seniman musik dan filem ini dijuluki raja dangdut oleh bangsa Indonesia.

Rhoma Irama yang bernama asli Irama mendirikan band Soneta di tahun 1973 setelah sebelumnya bergabung dengan band-band lain. Bersama grup ini, Rhoma Irama menghasilkan 11 buah album.

Mengusung jenis Musik Melayu, penggemar Rhoma Irama dan Soneta bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari Kuala Lumpur, Singapura dan Brunei. Penggemarnya dan media massa menyebut jenis musik yang dibawakan Rhoma sebagai dangdut. Akan tetapi, Rhoma memilih menyebutnya Musik Melayu. Kekhasan musik Rhoma terletak pada unsur rockabilly yang dipadu dengan musik Melayu. Ia menggunakan instrumen gendang –yang menjadi khas dangdut—selain drum, menyertakan suling—yang juga khas dangdut—selain gitar elektrik. Di beberapa rekaman dan pertunjukkan, Rhoma Irama juga menyertakan orkestrasi dalam komposisi musiknya.

Penampilan dan aksi panggung Rhoma Irama juga disesuaikan dengan tema rockabilly-nya, dengan kostum dan gaya rambut yang diinspirasikan oleh Elvis Presley.

Lagu Bujangan sendiri bernafas rockabilly yang kental pada bagian bait lalu menjadi lebih ritmik dengan tambahan gendang di bagian refren. Biasanya di bagian refren ini, orang-orang mulai berjoget. Lagu ini diterima dengan mudah oleh penggemar karena liriknya yang nyata dan dekat dengan kehidupan seorang bujangan. Di akhir lagu, Rhoma Irama menyarankan agar para bujangan tidak berlama-lama hidup sendiri “karena bahayanya hidup sendirian/ berat menahan godaan.”

Rhoma Irama merombak citra musik dangdut, yang tadinya musik pinggiran sekarang menjadi musik yang disukai oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia. Sukses mengangkat derajat musik dangdut, Rhoma dan Soneta kini memiliki misi untuk melakukan dakwah melalui musik. Dengan konsep Sound of Moslem, lirik-lirik lagu Rhoma selalu mengandung pesan moral dan nilai-nilai Islam.
 
Rhoma Irama juga aktif dalam kegiatan sosial. Dalam rangka menghimpun dana untuk membantu pemulihan Aceh pasca tsunami 2004, ia melelang gitarnya yang terjual Rp150.000.000,00.