Dialogue

Vocabulary

Learn New Words FAST with this Lessonโ€™s Vocab Review List

Get this lessonโ€™s key vocab, their translations and pronunciations. Sign up for your Free Lifetime Account Now and get 7 Days of Premium Access including this feature.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Notes

Unlock In-Depth Explanations & Exclusive Takeaways with Printable Lesson Notes

Unlock Lesson Notes and Transcripts for every single lesson. Sign Up for a Free Lifetime Account and Get 7 Days of Premium Access.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Transcript

Badai Pasti Berlalu (1977)
Di tahun tujuhpuluhan, dunia perfilman Indonesia dipenuhi dengan kisah-kisah melodrama. Film-film menjadikan kemalangan, kemiskinan, pertentangan status sosial dibumbui kisah-kisah cinta terlarang sebagai tema unggulan. Di antaranya adalah Kawin Lari (tahun 1975), Ranjang Pengantin (tahun 1974) , Perkawinan dalam Semusim (tahun 1976), Kampus Biru (tahun 1976), dan Badai Pasti Berlalu (tahun 1977). Film-film ini sangat menguras emosi penonton dengan alur cerita yang naik-turun penuh dengan kejutan. Satu film yang dengan tepat mewakili jenis melodrama Indonesia tahun tujuhpuluhan adalah Badai Pasti Berlalu.
Badai Pasti Berlalu berawal dari cerita bersambung yang diterbitkan di harian nasional Kompas pada tahun 1972. Oleh penulisnya, Marga T, cerita bersambung ini kemudian dibukukan menjadi sebuah novel dengan judul yang sama. Novel ini sangat populer dan terjual sampai 24.000 kopi, sebuah jumlah yang sangat fantastis untuk ukuran waktu itu. Sutradara terkemuka Teguh Karya kemudian mengadaptasikannya menjadi sebuah film di tahun 1977.
Film ini berkisah tentang badai demi badai yang mewarnai hidup Siska (yang diperankan oleh Christine Hakim). Dia patah hati karena tunangannya membatalkan perkawinan untuk menikah dengan gadis lain yang tak lain adalah temannya. Akibat prahara ini, Siska kehilangan semangat hidup. Dia memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan menutup diri.
Dalam kesedihannya seorang pria yang bernama Leo mendekatinya. Awalnya kedekatan Leo hanya untuk memenangkan taruhan dengan teman-temannya tentang siapa yang bias menaklukan hati Siska. Namun akhirnya ia sendiri benar-benar jatuh hati kepada gadis itu. Ketika mengetahui niat Leo, Siska pun jadi patah hati untuk kedua kalinya. Laluโ€ฆ muncul pula Helmi, seniman pegawai klub malam, seorang pemuda yang lincah, perayu, tapiโ€ฆlicik. Demikianlah datang badai baru di hidup Siska...
Film ini memiliki ciri khas Teguh Karya yaitu dibuat dengan sangat detil dengan sentuhan artistik. Hal lain yang sangat menonjol dari film ini adalah musiknya yang dikerjakan oleh musisi kawakan Eros Jarot dan Chrisye. Album lagu-lagu dalam film ini menjadi sangat terkenal sampai sekarang dan bahkan mengalahkan popularitas filmnya.

1 Comment

Hide
Please to leave a comment.
๐Ÿ˜„ ๐Ÿ˜ž ๐Ÿ˜ณ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜’ ๐Ÿ˜Ž ๐Ÿ˜  ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜… ๐Ÿ˜œ ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜ญ ๐Ÿ˜‡ ๐Ÿ˜ด ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ˆ โค๏ธ๏ธ ๐Ÿ‘

IndonesianPod101.com Verified
Thursday at 06:30 PM
Pinned Comment
Your comment is awaiting moderation.

Badai Pasti Berlalu (1977)

Di tahun tujuhpuluhan, dunia perfilman Indonesia dipenuhi dengan kisah-kisah melodrama. Film-film menjadikan kemalangan, kemiskinan, pertentangan status sosial dibumbui kisah-kisah cinta terlarang sebagai tema unggulan. Di antaranya adalah Kawin Lari (1975), Ranjang Pengantin (1974) , Perkawinan dalam Semusim (1976), Kampus Biru (1976), dan Badai Pasti Berlalu (1977). Film-film ini sangat menguras emosi penonton dengan alur cerita yang naik-turun penuh dengan kejutan.  Satu film yang dengan tepat mewakili jenis melodrama Indonesia tahun tujuhpuluhan adalah Badai Pasti Berlalu.
Badai Pasti Berlalu berawal dari cerita bersambung yang diterbitkan di harian nasional Kompas pada tahun 1972. Oleh penulisnya, Marga T, cerita bersambung ini kemudian dibukukan menjadi sebuah novel dengan judul yang sama. Novel ini sangat populer dan terjual sampai 24.000 kopi, sebuah jumlah yang sangat fantastis untuk ukuran waktu itu. Sutradara terkemuka Teguh Karya kemudian mengadaptasikannya menjadi sebuah film di tahun 1977.
Film ini berkisah tentang badai demi badai yang mewarnai hidup Siska (yang diperankan oleh Christine Hakim). Dia patah hati karena tunangannya membatalkan perkawinan  untuk menikah dengan gadis lain yang tak lain adalah temannya. Akibat prahara ini, Siska kehilangan semangat hidup. Dia memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan menutup diri.
Dalam kesedihannya seorang pria yang bernama Leo mendekatinya. Awalnya kedekatan Leo hanya untuk memenangkan taruhan dengan teman-temannya tentang siapa yang bias menaklukan hati Siska. Namun akhirnya ia sendiri benar-benar jatuh hati kepada gadis itu. Ketika mengetahui niat Leo, Siska pun jadi patah hati untuk kedua kalinya. Lalu… muncul pula Helmi, seniman pegawai klub malam, seorang pemuda yang lincah, perayu, tapi…licik. Demikianlah datang badai baru di hidup Siska...
Film ini memiliki ciri khas Teguh Karya yaitu dibuat dengan sangat detil dengan sentuhan artistik. Hal lain yang sangat menonjol dari film ini adalah musiknya yang dikerjakan oleh musisi kawakan Eros Jarot dan Chrisye. Album lagu-lagu dalam film ini menjadi sangat terkenal sampai sekarang dan bahkan mengalahkan popularitas filmnya.