Dialogue

Vocabulary

Learn New Words FAST with this Lessonโ€™s Vocab Review List

Get this lessonโ€™s key vocab, their translations and pronunciations. Sign up for your Free Lifetime Account Now and get 7 Days of Premium Access including this feature.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Notes

Unlock In-Depth Explanations & Exclusive Takeaways with Printable Lesson Notes

Unlock Lesson Notes and Transcripts for every single lesson. Sign Up for a Free Lifetime Account and Get 7 Days of Premium Access.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Transcript

Ritus Pemakaman di Tana Toraja
Tana Toraja, salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, Indonesia, adalah salah satu tujuan wisata yang terkenal dengan ritual pemakamannya. Berada di daerah pegunungan, daerah asal suku Toraja ini beriklim sejuk. Daya tarik utama daerah ini adalah ritual penguburan orang mati yang tidak biasa, yang disebut Rambu Solo. Mirip dengan Ngaben di Bali dan Sarimatua di Sumatra Utara, upacara terbesar dalam siklus hidup seorang manusia Toraja ini memakan biaya yang sangat besar pula.
Upacara Rambu Solo makan waktu berhari-hari bergantung kepada tingkat sosial orang yang dimakamkan. Pemakaman biasa makan waktu 2-3 hari sementara pemakaman kelas bangsawan bisa berlangsung sampai 2 minggu. Berbeda dengan kuburan biasa yang berada di bawah tanah, kuburan khas Toraja berada di tebing yang tinggi. Menurut kepercayaan orang Toraja, semakin tinggi kuburan orang mati, semakin cepat pula rohnya sampai ke surga.
Upacara ini pada dasarnya mengantarkan keluarga yang sudah ke alam baka. Kerbau dan babi dikorbankan sebagai โ€œkendaraanโ€ pengantar roh orang mati ini ke surga. Apabila yang meninggal dunia berasal dari keluarga berada, maka hewan sembelihannya bisa mencapai ratusan ekor. Oleh karena itu, upacara penguburan ini baru dapat dilakukan waktu keluarga yang berduka memiliki cukup dana. Selain untuk membeli hewan korban, keluarga juga harus mengeluarkan uang untuk membangun rumah untuk menerima tamu dan membangun menara tempat jenazah sementara yang terbuat dari bambu dan berbentuk sama dengan rumah adat Toraja, Tongkonan. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah semua anggota keluarga yang berduka, di mana pun mereka berada, harus hadir dalam upacara ini.
Selama masa menunggu ini, jenazah dibalsem dan disimpan di rumah, tinggal bersama anggota keluarga yang lain. Ia tidak dianggap mati, melainkan sakit. Jenazah diletakkan di posisi yang mudah terlihat di dalam rumah. Ia juga diperlakukan sama seperti anggota keluarga yang lain, diberi makan dan minum. Hal ini bisa berlangsung bertahun-tahun.
Apabila keluarga sudah siap untuk melakukan pemakaman, maka seluruh keperluan upacara dipersiapkan. Upacara berlangsung di lapangan besar dan jenazah diletakkan dalam rumah sementara. Setelah rangkaian upacara selesai, jenazah dapat diletakkan di tebing, di samping patung dirinya. Jenazah bayi atau anak-anak dimasukkan ke dalam rongga pohon di tebing.

1 Comment

Hide
Please to leave a comment.
๐Ÿ˜„ ๐Ÿ˜ž ๐Ÿ˜ณ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜’ ๐Ÿ˜Ž ๐Ÿ˜  ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜… ๐Ÿ˜œ ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜ญ ๐Ÿ˜‡ ๐Ÿ˜ด ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ˆ โค๏ธ๏ธ ๐Ÿ‘

IndonesianPod101.com Verified
Thursday at 06:30 PM
Pinned Comment
Your comment is awaiting moderation.

Ritus Pemakaman di Tana Toraja

Tana Toraja, salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, Indonesia, adalah salah satu tujuan wisata yang terkenal dengan ritual pemakamannya. Berada di daerah pegunungan, daerah asal suku Toraja ini beriklim sejuk. Daya tarik utama daerah ini adalah ritual penguburan orang mati yang tidak biasa, yang disebut Rambu Solo. Mirip dengan Ngaben di Bali dan Sarimatua di Sumatra Utara, upacara terbesar dalam siklus hidup seorang manusia Toraja ini memakan biaya yang sangat besar pula.
Upacara Rambu Solo makan waktu berhari-hari bergantung kepada tingkat sosial orang yang dimakamkan. Pemakaman biasa makan waktu 2-3 hari sementara pemakaman kelas bangsawan bisa berlangsung sampai 2 minggu. Berbeda dengan kuburan biasa yang berada di bawah tanah, kuburan khas Toraja berada di tebing yang tinggi. Menurut kepercayaan orang Toraja, semakin tinggi kuburan orang mati, semakin cepat pula rohnya sampai ke surga.
Upacara ini pada dasarnya mengantarkan keluarga yang sudah ke alam baka. Kerbau dan babi dikorbankan sebagai “kendaraan” pengantar roh orang mati ini ke surga. Apabila yang meninggal dunia berasal dari keluarga berada, maka hewan sembelihannya bisa mencapai ratusan ekor. Oleh karena itu, upacara penguburan ini baru dapat dilakukan waktu keluarga yang berduka memiliki cukup dana. Selain untuk membeli hewan korban, keluarga juga harus mengeluarkan uang untuk membangun rumah untuk menerima tamu dan membangun menara tempat jenazah sementara yang terbuat dari bambo dan berbentuk sama dengan rumah adat Toraja, Tongkonan. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah semua anggota keluarga yang berduka, di mana pun mereka berada, harus hadir dalam upacara ini.
Selama masa menunggu ini, jenazah dibalsem dan disimpan di rumah, tinggal bersama anggota keluarga yang lain. Ia tidak dianggap mati, melainkan sakit. Jenazah diletakkan di posisi yang mudah terlihat di dalam rumah. Ia juga diperlakukan sama seperti anggota keluarga yang lain, diberi makan dan minum. Hal ini bisa berlangsung bertahun-tahun.
Apabila keluarga sudah siap untuk melakukan pemakaman, maka seluruh keperluan upacara dipersiapkan. Upacara berlangsung di lapangan besar dan jenazah diletakkan dalam rumah sementara. Setelah rangkaian upacara selesai, jenazah dapat diletakkan di tebing, di samping patung dirinya. Jenazah bayi atau anak-anak dimasukkan ke dalam rongga pohon di tebing.