Dialogue

Vocabulary (Review)

Learn New Words FAST with this Lesson’s Vocab Review List

Get this lesson’s key vocab, their translations and pronunciations. Sign up for your Free Lifetime Account Now and get 7 Days of Premium Access including this feature.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Notes

Unlock In-Depth Explanations & Exclusive Takeaways with Printable Lesson Notes

Unlock Lesson Notes and Transcripts for every single lesson. Sign Up for a Free Lifetime Account and Get 7 Days of Premium Access.

Or sign up using Facebook
Already a Member?

Lesson Transcript

Pengkhianatan G30S-PKI (1984)
Kalaulah ada satu film yang besar yang mungkin sudah ditonton oleh seluruh penduduk Indonesia, maka film itu adalah Pengkhianatan G30s-PKI atau sering disebut bebas sebagai Film PKI. Pengkhianatan G30S-PKI adalah film propaganda semi dokumenter produksi resmi pusat perfilman negara yang ceritanya ditulis oleh Nugroho Notosusanto (seorang ahli sejarah dan Menteri Pendidikan Kebudayaan) dan disutradarai oleh sutradara terkenal Arifin C Noer.
Film yang dirilis tahun 1984 ini adalah interpretasi resmi versi pemerintah tentang peristiwa sejarah yang terjadi pada malam 30 September dan pagi 1 Oktober 1965 di Jakarta. Pada saat-saat genting ini, pergolakan politik di Indonesia mencapai puncaknya yang kemudian berujung pada pergantian rezim dari Soekarno ke Soeharto. Sebenarnya ada beberapa penafsiran tentang peristiwa pada malam 30 September 1965. Pihak Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia atau PKI melakukan percobaan kudeta yang kemudian digagalkan oleh Soeharto sendiri. Tafsiran inilah yang digunakan sebagai dasar cerita film.
Film ini terdiri dari tiga bagian. Pada bagian pertama digambarkan keadaan Indonesia menjelang peristiwa G30S yang diwarnai dengan pertentangan antara elemen masyarakat, partai politik dan kalangan militer. Digambarkan juga kemiskinan yang tersebar di mana-mana dan Presiden Soekarno yang sakit-sakitan. Untuk mengantisipasi keadaan dan mengingat persaingan terbuka antara militer dan PKI, dalam film ini dikisahkan bahwa pimpinan PKI merencanakan operasi militer yang disebut Gerakan 30 September atau G30S. Operasi militer yang dimaksud adalah penculikan dan pembunuhan pucuk pimpinan tertinggi militer dan pengambilalihan tempat-tempat strategis nasional. Penculikan dan pembunuhan para jendral menjadi bagian kedua dan inti film ini. Bagian ini ditampilkan secara vulgar dan didramatisir sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan dan kebencian mendalam penonton kepada para pelakunya. Pada bagian ketiga digambarkan bagaimana jendral Soeharto meredam gerakan dan memulihkan keadaan.
Bagi rezim Orde Baru yang tengah berkuasa saat itu, film ini menjadi media propaganda yang efektif untuk menuturkan cerita versi mereka. Rezim mewajibkan penduduknya menonton dan diharapkan penonton mempercayai peristiwa G30S versi pemerintah.

Comments

Hide